Ratusan Anak Ikuti Flash Mob Bujang Ganong di Ponorogo

Terkini.id, Ponorogo – Ratusan anak usia SD menari massal atau flash mob Bujang Ganong di Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo, Minggu 19 Juni 2021. Anak usia 7 sampai 12 tahun yang berasal dari 21 kecamatan di Ponorogo itu kompak mengenakan topeng khas Bujang Ganong.

Antusiasme anak – anak itu disambut dengan sumringah oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Lisdyarita. Mereka berdua datang melihat dan ikut menari bersama. Kang Bupati sangat mengapresiasi kegiatan seni yang melibatkan anak – anak karena hal itu adalah bagian dari regenerasi seniman Ponorogo.

“Ponorogo itu kota budaya, kami ingin menanamkan karakter seni budaya sejak dini. Ini untuk regenerasi budayawan seni Reog. Anak – anak ikut nguri – uri budaya leluhur kita,” kata Kang Bupati Sugiri.

Baca Juga: Dua Pelaku Judi Togel Online Dibekuk Polisi

Tari Bujang Ganong merupakan salah satu unsur penting dalam tari Reog. Tak heran jika tarian itu direncanakan akan kembali ditampilkan pada Grebeg Suro 2022.

“Ribuan penari akan berkolaborasi dan memadukan tari Bujang Ganong dengan tari Sufi. Perpaduan kedua tarian itu membawa pesan bahwa Ponorogo adalah kota santri dan budaya,” jelasnya.

Flashmob Tari Bujang Ganong berlangsung di Jl HOS Cokroaminoto

Baca Juga: Tekan Aksi Balap Liar, Satlantas Polres Ponorogo Terus Gelar Razia...

Sementara itu, inisiator flash mob, Sudirman menjelaskan, total ada 600 anak yang ikut kegiatan tersebut. Tari Bujang Ganong dipilih untuk flash mob karena unik dan mempunyai daya tarik kepada semua umur. Tarian itu juga cukup mudah diingat sehingga penonton secara spontan ikut menari.

“Tari Bujang Ganong memiliki gerakan yang komunikatif dan daya tarik yang kuat sehingga mampu memikat anak – anak hingga orang tua. Semua bisa mengikuti, tadi banyak warga yang secara spontan ikut menari,” ungkap Sudirman.

Menurut Sudirman, tari Bujang Ganong memiliki filosofi, yaitu pejabat kerajaan yang merakyat. Gerakan tarian maupun kostum yang sederhana mencerminkan rakyat jelata. “Sosok Bujang Ganong adalah pejabat kerajaan yang rendah hati yang tidak punya sekat dengan masyarakat. Pesannya jangan membedakan status sosial, jangan ada batasan antara kalangan atas dan kalangan bawah,” pungkasnya. (adv/wida)

Bagikan