Perkuat Disiplin Prokes, Ops Yustisi Terus Digelar

Terkini.id, Ponorogo – Ops Yustisi terus digelar oleh jajaran terkait di wilayah Ponorogo. Hal ini dilakukan untuk memperkuat disiplin prokes dan antisipasi jika masyarakat lalai menerapkan prokes setelah melakukan vaksinasi.

Untuk mencegah penyebaran covid-19, masyarakat harus tetap disiplin menetapkan prokes yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Prokes wajib dilakukan walaupun sudah melakukan vaksinasi. 

Ops Yustisi mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada masa pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Ponorogo. Operasi ini ada dengan tujuan agar warga betul – betul disiplin dan mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Ribuan Alumni Darul Huda Mayak Hadiri Haul Akbar KH Hasyim...

Digelarnya Ops Yustisi secara terus menerus dapat meningkatkan lesadaran warga masyarakat dengan tetap mematuhi prokes saat beraktifitas. Ini demi kebaikan bersama, karena pandemi covid-19 belum berakhir. 

Dari pengamatan selama tiga hari, Senin 10 Oktober 2021 – Rabu 13 Oktober 2021, masih ada warga yang lalai menerapkan prokes, terutama dalam hal pemakaian masker. 

Masyarakat yang lalai menerapkan prokes, mendapatkan peringatan dan sanksi

Baca Juga: Peringati Hardiknas, Bupati Ponorogo Buka Turnamen Olahraga

Di jembatan Paju, Jalan Raya Ponorogo – Pacitan, ada 3 orang yang dikenakan denda administratif karena melanggar prokes. Ops Yustisi di sini dilakukan oleh 20 personel gabungan dari Kodim, Polres, BPBD, dan Satpol PP Ponorogo.

“Bagi yang tidak menggunakan masker, diberikan hukuman dengan push up yang kemudian dibarengi dengan pemberian masker,” ujar AKP Edi Suyono, Kasat Samapta Polres Ponorogo.

Selain menertibkan pelanggar prokes, petugas Ops Yustisi juga melakukan baksos dengan membagikan beras dan masker pada warga di sekitar lokasi Ops digelar. 

Baca Juga: Peringati Hardiknas, Bupati Ponorogo Buka Turnamen Olahraga

Ada 50 paket beras masing – masing 5kg/paket dibagikan kepada sejumlah pedagang / warung yang berjualan di sekitar jembatan Paju Ponorogo. Pedagang kecil tersebut terdampak pandemi, sehingga benar – benar membutuhkan uluran bantuan. Paket beras itu diharapkan setidaknya bisa meringankan beban ekonomi masyarakat. 

Selain menertibkan melalui Ops Yustisi, Pemerintah juga melakukan edukasi prokes di lokasi – lokasi yang sekiranya menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Tiga lokasi di Ponorogo yaitu Pasar eks Stasiun, Taman Kota, dan Pasar Burung Tonatan terpantau mendapatkan edukasi prokes dari Sat Samapta Polres Ponorogo. 

Warga yang kedapatan melanggar prokes mengaku kaget dengan kedatangan petugas. Samsul, warga Pulung yang belanja di pasar burung merupakan salah satu orang yang kedapatan melanggar prokes dengan tidak memakai masker. Setelah diberikan sosialisasi pentingnya prokes, Samsul menyatakan menyesal dan berjanji untuk terus menerapkan prokes. 

“Saya kaget didatangi oleh polisi, pada saat itu kebetulan saya tidak memakai masker karena lupa. Saya dihimbau untuk mematuhi peraturan prokes dan diberi pemahaman oleh anggota kepolisian pada pentingnya prokes. Setelah itu saya dikasih masker oleh petugas itu,” ujar Samsul. 

Selain Ops Yustisi, juga dilakukan edukasi dan sosialisasi prokes, serta bansos

Ops Yustisi dan edukasi prokes diharapkan untuk terus dilakukan. Ini untuk mengingatkan masyarakat pada pentingnya menerapkan prokes. Apalagi setelah vaksinasi, muncul semacam euforia dari masyarakat. Sebagian dari mereka yakin kebal covid setelah vaksin, sehingga mereka tidak perlu lagi menetapkan prokes. Hal ini perlu dicermati dan diantisipasi oleh pihak – pihak yang berwenang. (bid)

Bagikan