NU dan Muhammadiyah Dukung Program Face Off HOS Cokroaminoto

Terkini.id, Ponorogo – Adanya isu negatif terkait program face off Jalan HOS Cokroaminoto ditanggapi oleh NU dan Muhammadiyah. Kedua organisasi besar tersebut menegaskan bahwa mereka mendukung program yang digagas oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko. 

“Itu cara pandang saja, sejauh tujuannya untuk masyarakat, itu tidak masalah. NU kepada umat, Bupati kepada rakyat. Ini titik temu kami, umat dan rakyat. Ketemunya ya di kesamaan visi,” kata Fatchul Aziz, Ketua PCNU Ponorogo di Aula MTs/MA Ma’arif Ponorogo, Kamis 11 Maret 2021.

Program face off dilakukan dengan mengajak lembaga, organisasi, maupun masyarakat untuk gotong royong secara sukarela. APBD tidak bisa digunakan, karena alokasi anggaran telah ditetapkan oleh Bupati terdahulu, sebelum Sugiri dilantik. 

Baca Juga: Gelar Musywil ke-16, Peran Muhammadiyah di Jatim Dipuji Gubernur

“Bupati menghidupkan kembali gotong royong. Dengan modal gotong royong, kita akan lakukan program face off. Kita dukung sepanjang itu baik,” tegas Ketua PCNU Ponorogo. 

PDM Muhammadiyah juga menyuarakan dukungannya untuk program face off. Sekretaris PDM Ponorogo Idris Septrianto mengaku sudah menerima surat dari Pemkab Ponorogo terkait gotong royong untuk program face off. 

Baca Juga: Dua Pelaku Judi Togel Online Dibekuk Polisi

“Pada prinsipnya Muhammadiyah mendukung dan itu memang pengejewantahan dari pada gotong rotong. Muhammadiyah mendukung selama itu untuk kepentingan masyarakat,” ujar Idris Septrianto, Senin 8 Maret 2021.

Tentunya pembangunan harus dilakukan secara transparan. Idris menyayangkan isu negatif yang berkembang di media sosial. “Mohon maaf, tapi ini aneh, Muhammadiyah saja yang dikirimi surat belum ngomong kok sudah ada yang menggoreng isu,” tegasnya. 

Muhammadiyah tidak menolak ketika mendapat bantuan. Namun ketika Pemerintah butuh bantuan, Muhammadiyah juga tidak mau berdiam diri. 

Baca Juga: Dua Pelaku Judi Togel Online Dibekuk Polisi

“Selama mampu tentu akan kami bantu. Karena apapun itu bukan untuk kepentingan Muhammadiyah, tapi demi bangsa dan negara. Selama ini kita sudah banyak membantu Pemerintah. Seperti membangun perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, dan lembaga perekonomian,” terang Sekretaris PDM Ponorogo. 

Lebih lanjut, penataan wajah kota itu menurut Idris memang penting dilakukan. Karena sebagai ikon kota agar dikenal daerah lain. “Dulu Ponorogo dikenal karena gedung tingkat 8. Dan sekarang akan ada ikon baru yang akan terpatri dalam face off wajah kota,” pungkasnya. (bid) 

Bagikan