Perkara Benny Diduga Kadaluarsa, Dapat Batal Demi Hukum

Pengadilan Negeri
Perkara Benny Sulistyanto diduga sudah kadaluarsa karena sudah melebihi 7 hari sejak pelimpahan berkas dari Kejaksaan Negeri Ponorogo ke Pengadilan Negeri Ponorogo.

Terkini.id, Ponorogo – Perkara Benny Sulistyanto diduga sudah kadaluarsa karena sudah melebihi 7 hari sejak pelimpahan berkas dari Kejaksaan Negeri Ponorogo ke Pengadilan Negeri Ponorogo. Hal ini diungkapkan penasihat hukum Benny di Pengadilan Negeri Ponorogo, Kamis 28 Januari 2021.

Siswanto, penasihat hukum Benny menjelaskan, majelis hakim berpacu pada Perma Nomor 1 Tahun 2018. Dalam Perma ada ketentuan waktu sidang yaitu selama 7 hari. Dihitung dari tanggal 12 Januari 2021 sampai 28 Januari 2021, maka sudah jelas melewati batas waktu 7 hari. 

“Hakim menyampaikan karena itu terkait pemilu, maka berpedoman pada Perma tentang Pilkada, bahwa bilamana terjadi tindak pidana pemilu, maka waktu sidang adalah 7 hari terhitung sejak pelimpahan berkas. Pelimpahan berkas itu tanggal 12 Januari kemarin, sidang hari ini tanggal 28 Januari, bisa dihitung sudah lebih dari 7 hari. Kami yakin ini sudah kadaluarsa,” jelas Siswanto. 

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan penasihat hukum Benny adalah mengajukan eksepsi tentang kelemahan syarat – syarat formal, yang tidak bisa dipenuhi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

“Kami akan ajukan eksepsi. Jika eksepsi ditolak, kami ingin tahu dasarnya apa. Jika tidak ditolak, kami berharap hakim dapat memberikan putusan sela bahwa perkara ini batal demi hukum. Semoga majelis hakim konsisten pada pedoman Perma,” tegas Siswanto. 

Sidang kedua Benny hari ini berjalan lancar dan kooperatif. Dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU, sidang akan dilanjutkan besok dengan agenda dengar eksepsi dari penasihat hukum Benny. 

“Hari ini JPU membacakan dakwaannya, lalu kuasa hukumnya mengajukan eksepsi. Agenda sidang selanjutnya adalah dengar eksepsi dari penasihat hukum Pak Benny. Sistem acara persidangan adalah sistem persidangan Pemilu, dengan dibatasi waktu 7 hari, dan persidangan dilakukan secara maraton,” kata Andi Wilhan, Humas Pengadilan Negeri Ponorogo.

Untuk rencana agenda persidangan selanjutnya, setelah dengar eksepsi, maka akan dengar tanggapan dari JPU. Kemudian masuk pada agenda apakah eksepsi akan diterima atau ditolak. (bid)

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Tepati Janji, Bupati Ponorogo Robohkan Pagar Pasar Eks Stasiun

Abdi Rakyat, Bupati Ponorogo Menolak Dikalungi Bunga

BPS Ponorogo Rilis Publikasi Kabupaten Ponorogo Dalam Angka Tahun 2021

Bupati Ponorogo: Lampu PJU Menyala Sampai Pagi

Awali Tugas, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita Tinjau Kantor OPD

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar