Perdagkum Klaim Tidak Ada Bagi-Bagi Bidak Pasar

Pasar Ponorogo
Pedagang dibuat resah dengan beredarnya isu bagi - bagi bidak dan jual beli ruko Pasar Legi Ponorogo.

Terkini.id, Ponorogo – Pasar Legi belum selesai dibangun, namun pedagang telah dibuat resah dengan beredarnya isu bagi – bagi bidak pasar yang dilakukan oleh oknum Perdagkum Ponorogo. Kadis Perdagkum diisukan melakukan bagi – bagi bidak pada oknum penegak hukum. 

Selain itu, juga beredar isu jual beli ruko yang dilakukan oleh orang – orang tertentu. Isu menyebar melalui WhatsApp, dimana salah seorang menawarkan puluhan ruko di pasar kepada siapa saja yang berminat membeli. Dengan nominal satu ruko senilai Rp 200 juta.

Ketika diklarikasi, Kadis Perdagkum Addin Andanawarih meminta media untuk mencari keterangan dari Fitri Nurcahyo, Kabid Pasar Dinas Perdagkum Ponorogo. 

Fitri Nurcahyo mengatakan isu itu tidak benar. Tidak ada oknum Perdagkum yang melakukan hal tersebut. Bidak dan ruko Pasar Legi disebut merupakan hak para pedagang yang telah terdata dan gratis.

“Isu – isu itu tidak benar. Tidak ada jual beli maupun bagi – bagi. Itu adalah hak pedagang yang telah terdata dan mereka akan mendapatkannya secara gratis. Pedagang hanya membayar biaya sewa dan retribusi, ” ujar Fitri Nurcahyo di kantornya, Kamis 21 Januari 2021.

Menurutnya, prioritas yang menerima bidak dan ruko pasar adalah pedagang Pasar Legi, pedagang eks pengadilan, pedagang eks stasiun, dan pedagang eks Pasar Legi Selatan.

Pembangunan Pasar Legi Ponorogo diperkirakan selesai pada bulan Maret mendatang. Pasar empat lantai ini memiliki daya tampung kurang lebih 4.000 pedagang. (bid) 

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Tepati Janji, Bupati Ponorogo Robohkan Pagar Pasar Eks Stasiun

Abdi Rakyat, Bupati Ponorogo Menolak Dikalungi Bunga

BPS Ponorogo Rilis Publikasi Kabupaten Ponorogo Dalam Angka Tahun 2021

Bupati Ponorogo: Lampu PJU Menyala Sampai Pagi

Awali Tugas, Sugiri Sancoko dan Lisdyarita Tinjau Kantor OPD

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar