Kajian Reaktivasi Rel KA Bappeda Ponorogo Dinilai Cacat Prosedur

Terkini.id, Ponorogo – Kajian reaktivasi rel KA yang dilakukan oleh Bappeda Ponorogo dan Tim Penelitian dari Unmuh Ponorogo pada tahun 2013 silam dianggap cacat prosedural, Selasa 15 Desember 2020.

Menurut narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, kajian tersebut tidak mempunyai Rencana Tindak Lanjut (RTL) maupun unsur – unsur teknis yang memadai. 

“Jika kajian itu dari sudut pandang sosial ekonomi, apa judul kajian seperti itu? Judul kajian itu tidak menyebut unsur sosial ekonomi,” terang HD (nama samaran) 

Baca Juga: Dua Pelaku Judi Togel Online Dibekuk Polisi

“Kajian itu harus melibatkan unsur teknis yang berkompeten dalam Perkereta Apian, yang pada waktu itu tidak dipunyai Unmuh Ponorogo. Selain itu tidak ada RTL yang memadai dari kajian itu,” tambah HD. 

Judul kajian adalah “Kajian Sistem Transportasi Kereta Api Madiun – Ponorogo – Slahung dalam Sudut Pandang Lokal Kabupaten Ponorogo”.

Judul kajian itu adalah “Kajian Sistem Transportasi Kereta Api Madiun – Ponorogo – Slahung dalam Sudut Pandang Lokal Kabupaten Ponorogo”. Ada indikasi kajian ini hanyalah akal – akalan untuk menyerap dana APBD. 

Baca Juga: Tekan Aksi Balap Liar, Satlantas Polres Ponorogo Terus Gelar Razia...

“Yang menentukan adanya kajian itu adalah Kepala Bappeda Ponorogo yaitu Sumarno. Mungkin ini akal – akalan untuk mengeluarkan dana milik rakyat,” ujar HD. 

Kajian ini berbeda dengan kajian reaktivasi rel KA oleh PPI (Politeknik Perkeretaapian Indonesia). Kajian PPI ini dilakukan dengan unsur teknis yang memadai dan RTL yang jelas. (bid) 

Bagikan