Reaktivasi Rel KA, Bappeda Ponorogo Sudah Punya Kajian Sejak 2013

Terkini.id, Ponorogo – Wacana reaktivasi rel kereta api (KA) lintas Madiun – Ponorogo – Slahung muncul kembali setelah adanya rilis hasil kajian Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) dan Pemkot Madiun pada FGD di Hotel Aston Madiun, Kamis 19 November 2020.

Dalam rilis ini, disebutkan bahwa reaktivasi rel KA sangat mungkin untuk direalisasikan dan lebih mudah dilakukan daripada membuat jalur baru. Apalagi Bappeda Ponorogo juga sudah mempunyai kajian tentang reaktivasi rel KA. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono menyatakan Pemkab secara prinsipal mendukung apa yang menjadi kebijakan Pemerintah Pusat. 

Baca Juga: Dua Pelaku Judi Togel Online Dibekuk Polisi

“Ini menjadi kebijakan Pemerintah Pusat, tentu kami dukung. Meskipun nanti akan ada banyak yang penolakan terutama masyarakat penyewa lahan. Kita akan coba terus untuk berkomunikasi dengan masyarakat,” terang Agus Pramono saat ditemui di Gedung Sasono Projo, Selasa, 24 November 2020.

Reaktifasi jalur rel kereta api sepanjang kurang lebih 58 kilometer ini sudah mendapat tanggapan dari Direktorat Jendral Perkereta Apian Kementrian Perhubungan Republik Indonesia ini diyakini akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Baca Juga: Tekan Aksi Balap Liar, Satlantas Polres Ponorogo Terus Gelar Razia...

Stasiun dan jalur rel KA yang dibangun pada tahun 1907 ini terakhir di gunakan pada tahun 1975, kemudian pada awal tahun 1980 kawasan stasiun yang berada di sepanjang jalan Soekarno-Hatta Ponorogo ini mulai berlahan beralih fungsi. Dan sekarang banyak digunakan untuk kawasan pertokoan. 

Pada tahun 2013, Pemkab Ponorogo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda) Ponorogo pernah melakukan kajian reaktivasi KA dengan menggandeng dengan salah satu universitas swasta lokal di Ponorogo. Namun hingga saat ini, kajian tersebut tidak ada tindak lanjut.

Wacana reaktivasi rel kereta api (KA) lintas Madiun – Ponorogo – Slahung muncul kembali setelah adanya rilis hasil kajian Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI).

Dari kajian PPI Madiun, reaktivasi dapat segera dilakukan jika ada kolaborasi dari berbagai elemen yang terlibat di dalamnya.

Baca Juga: Tekan Aksi Balap Liar, Satlantas Polres Ponorogo Terus Gelar Razia...

“Penelitian ini tidak hanya dari sisi teknis, tapi juga aspek sosial. Bisa dilihat bagaimana respon masyarakat terhadap rencana ini apabila terwujud. Kami berharap hasil ini bisa memberikan naskah akademik bagi terwujudnya reaktivasi ini,” ungkap Amirullah, Direktur PPI Madiun, Selasa, 19 November 2020.

Pihak Pemkot Madiun sendiri mendukung penuh wacana ini. Maidi, Walikota Madiun ketika di FGD menyatakan mendukung dan siap melakukan relokasi warganya guna mewujudkan integrasi dan konektivitas transportasi di kawasan Madiun Raya. (bid) 

Bagikan