Oknum PNS Diduga Gunakan Surat Jual Beli Tanah Bodong

Terkini.id, Ponorogo – Oknum PNS berinisial H, warga Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo diduga menggunakan surat jual beli tanah yang tidak sah untuk mengambil alih kepemilikan tanah.

Ketika diklarifikasi, H yang merupakan guru di salah satu sekolah negeri di Badegan Ponorogo mengaku sudah menjalani langkah sesuai prosedur yang berlaku. 

“Semuanya sudah sesuai dengan prosedur, tidak ada masalah. Saya melalui notaris dan sertifikat tanah dikeluarkan BPN,” ujar H di rumahnya, Selasa 17 November 2020.

Suparno M Jamin menjelaskan, surat tidak sah karena tidak memenuhi persyaratan formal dan prosedural, serta diduga ada indikasi pemalsuan sidik jari.

Baca Juga: Dua Pelaku Judi Togel Online Dibekuk Polisi

Ada beberapa kejanggalan di surat perjanjian jual beli tanah antara H dan Saetun selaku pemilik tanah sebelumnya. Selain itu, ada dugaan pemalsuan sidik jari Saetun dalam surat tersebut. 

“Surat perjanjian itu tidak sah karena tidak memenuhi persyaratan formal dan prosedural. Surat jual beli tanah harus terang, mencantumkan harga objek dan disaksikan minimal oleh Kepala Desa. Hal tersebut tidak ada dalam surat perjanjian milik H,” terang Suparno M. Jamin, pakar hukum Ponorogo. 

Baca Juga: Tekan Aksi Balap Liar, Satlantas Polres Ponorogo Terus Gelar Razia...

“Bahkan ada indikasi perbedaan sidik jari Saetun dalam surat itu, jadi ada dugaan pemalsuan,” tegas Suparno M. Jamin. 

Muji Widodo, salah satu keponakan Saetun mengaku tidak tahu menahu tentang proses jual beli dan pembuatan sertifikat tanah atas nama H. 

“Tahu – tahu tanah Mbah Saetun sudah atas nama H. Kami selalu ahli waris merasa ada yang janggal dengan surat perjanjian jual beli itu,” kata Muji Widodo. 

Baca Juga: Tekan Aksi Balap Liar, Satlantas Polres Ponorogo Terus Gelar Razia...

Pihak Muji Widodo sudah melaporkan kasus ini ke Polres Ponorogo. Muji mengaku ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan sejelas – jelasnya di mata hukum. (bid) 

Bagikan